Identitas Pesantren Masa Depan


Dalam sejarah, pondok pesantren merupakan suatu lembaga pendidikan yang serbaguna. Pesantren menjadi salah satu benteng pertahanan dan menjadi pusat penyebaran agama Islam. Sampai saat ini belum ada data yang jelas tentang awal-mula kehadiran pesantren di Indonesia. Hingga abad ke-16 baru diketahui bahwa terdapat ratusan pesantren yang mengajarkan kitab kuning dalam berbagai disiplin ilmu agama.

Eksistensi pesantren sebagai lembaga pendidikan menjadi istimewa karena ia menjadi pendidikan alternatif (penyeimbang) dari manipulasi pendidikan yang didirikan oleh kolonial (Belanda) yang tidak dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Secara tidak langsung pesantren menjadi suatu tempat penampungan umat Islam yang tersingkir secara budaya (pendidikan) akibat perlakuan diskriminatif kolonial belanda. Hingga dewasa ini, pesantren dapat menyejajarkan diri dengan pendidikan formal dari pemerintah sekarang. Dan ini menjadikannya sebagai aset tak ternilai bagi bangsa.

Namun, mau tidak mau mereka harus melawan arus modernisasi dan hegemoni budaya barat. Pondok pesantren yang pada mulanya berhadapan dengan penjajah, sekarang mereka harus kembali menjadi benteng pertahanan dari imperialisme budaya yang tertanam kuat pada masyarakat khususnya bagi masyarakat metropolitan. Di sinilah pesantren kembali berjuang dalam sistem pendidikan yang turun-temurun sejak awal berdirinya islam agar masyarakat tidak terjebak dalam kehampaan spiritual.

Hingga kini pondok pesantren telah menunjukkan keberhasilan yang mereka peroleh dalam menjawab tantangan zaman. Tapi, hal itu tidak bisa menjawab keseluruhan tantangan. karena kecepatan akselerasi modernitas yang begitu cepat menuntutnya agar merespon dengan kecepatan yang sama, sehingga eksistensinya tetap relevan dan signifikan. Masa depan pesantren ditentukan oleh sejauhmana pesantren menformulasikan dirinya menjadi pesantren yang mampu menjawab tuntutan masa depan tanpa kehilangan identitasnya sebagai lembaga pendidikan yang mempunyai nilai tinggi. Dengan keistimewaan tersebut, terdapat kemampuan pesantren dalam panggabungan kecerdasan intelektual, spriritual dan emosional. Dan dari pesantrenlah tercetak manusia-manusia dengan segudang pemikiran hingga mampu melangkah ke depan dengan berbagai rintangan tanpa kehilangan identitasnya

____________________________
sumber:
-pengajian umum ihya' ulumuddin oleh ustadz Yahya Mutamakkin di PP. Madinah al-Munawaroh di banyumanik, semarang.

0 komentar:

Poskan Komentar

ChitoPupista's Blog | Becoming A Blogger

Arsip Blog

Tentang Chito

Apa kabar dunia maya? ChitoPupista nickname yang paling aku sukai dan sekarang aku pakai buat nama blog dan blog yang aku buat ini didedikasikan untuk suatu pembelajaran tentang dunia per-blogger-an. mau tahu lebih banyak tentang chito? klik aja